Minggu, 21 Februari 2016

I COOK?

Hai, ini kali kedua saya mengunggah tulisan setelah beberapa bulan. Beberapa bulan yang lalu saya sedang disibukkan dengan kegiatan kuliah yang cukup padat dan menyita waktu. Semenjak menempuh pendidikan S2, saya baru menyadari betapa santainya kuliah S1 dahulu. Bagaimana tidak, selama menempuh pendidikan S1, saya cukup sering berpergian bersama sahabat, tidak hanya itu, beban tugas pun tidak sampai membuat saya kalang kabut. Yah, meskipun pendidikan yang sedang saya tempuh cukup membuat saya kalang kabut, namun saya sangat menikmatinya. Banyak sekali hal berbeda dan baru yang merubah pemikiran dan sudut pandang saya saat ini. Jika sebelumnya saya mengunggah tulisan tugas saya (ah malunya, terlihat bukan kalau malas menulis) kali ini saya akan menulis mengenai sebuah usaha yang saya rintis.

Saya saat ini sedang memulai usaha kecil dalam bidang kuliner, tepatnya mie pangsit. Mungkin bagi teman yang mengenal saya dengan dekat akan terkejut. Bagaimana bisa seorang saya yang tidak bisa memasak, dengan percaya diri membuka usaha kuliner. Well, bukan berarti menu yang saya jual rasanya tidak enak, justru rasanya tidak usah diragukan lagi (hehe). Saya yakin karena resep yang saya gunakan ilah turun menurun. Saya diajari oleh seorang yang juga memiliki usaha kuliner serupa, ia telah berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam bisnis tersebut. Karena beliau adalah sobat ayah saya, beruntunglah saya dapat mengetahui resep turun menurun tersebut. Jadi, soal rasa sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Cita rasa menu yang saya jual berbeda dengan mie pangsit pada umumnya loh. Oleh karena itu saya yakin untuk memulai usaha kecil ini. Berikut saya lampirkan foto penampakan mie pangsit buatan saya (hehe). 

Ayumie Pangsit

Yup, itu dia si Ayumie Pangsit. Terlihat lezat tidak sih? Meskipun saya yakin dengan cita rasanya, namun tentu dalam memulai usaha akan mengalami fase jatuh bangun. Dan menurut saya, saat ini adalah fase jatuh (smile). Apa yang kurang dari usaha tersebut harus terus diperbaiki. Tidak boleh mudah menyerah dan mengalah. Dalam kamus para pengusaha (haha) bangkrut itu sudah biasa. Nah, bagaimana dengan kamus saya. Saya mungkin akan merasa kecewa dan sedikit down, namun saya tidak berhenti untuk berusaha. Meskipun nih ya.. ada yang mengatakan, "udah kamu fokus aja sama kuliah, kamu nggak suka dunia kuliner. Mending fokus ke hal yang kamu suka aja". Though, he knows me very well, about things i dont like and things i have interest to, tapi saya mau mencoba. Saya belum kapok dan menyerah. Tidak jarang saya merasa jenuh bahkan pusing, tetapi saya masih memiliki keyakinan (hehe). Jadi, meskipun lamban karena dibarengi dengan kewajiban saya sebagai mahasiswa, saya tetap akan berjuang memulai usaha kecil yang satu ini. 

Ja-di kesimpulannya, saya masih akan terus mencoba dan terus berinovasi. Gagal itu urusan belakang, yang penting saya sedang belajar dan terus belajar.
Thanks to those who help me sincerely :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar